You are here
Beranda > Lifestyle Milenial > Berawal Dari Gerobak Dorong Cireng Kini Menghasilkan Setengah Triliun di Usia 26 Tahun.

Berawal Dari Gerobak Dorong Cireng Kini Menghasilkan Setengah Triliun di Usia 26 Tahun.


Rainer (dok accelerator.co.id)

MEDIAKAMU.com -

Pengusaha muda Reiner Bonifasius Rahardja mungkin belum kamu ketahui. sosok pengusaha muda yang sukses menembus angka setengah triliun, di umur 26 tahun.

Lahir dari keluarga sederhanan dan melihat sulitnya perjuangan ke dua orang tuanya membuat Reiner Bonifasius Rahardja bertekat untuk tidak mau menambah beban orang tuanya. Dia telah bertekat membiayai sendiri hidupnya sejak lulus SMA di tahun 2006.

Selepas SMA, Reiner bekerja menjadi sales kartu kredit di salah satu bank terkemuka. Tidak hanya itu, di sela-sela kesibukan menuntut ilmu, Reiner juga bekerja sebagai seorang broker dan marketing di dua perusahaan yang berbeda. “Saya izin sama kampus untuk bisa kuliah sambil kerja. Waktu itu, saya hanya tidur 3-4 tiap harinya,” kenang Reiner.

Kerja keras dan kegigihan Reiner bekerja di tiga tempat akhirnya membuahkan hasil, Saat itu, masih berusia 20 tahun itu, telah mengantongi gaji sebesar Rp 25 juta tiap bulan.sukses di dunia kerja tidak membuat Reiner terlena dengan prinsip pandangan hidup bahwa seseorang tidak akan bisa sukses bila masih bekerja pada orang lain membuat Reiner memutuskan untuk membangun usaha pada tahun 2009. Pemuda ini memutuskan menjadi pedagang cireng isi. Hasil kerja kerasnya dari gerobak dorong cireng yang di beri nama Cireng Isi Kodjo,ini ternyata menjadi bisnis menjanjikan, Hanya butuh waktu satu tahun sudah menghasilkan 20 gerobak cireng

Keuntungan yang diperoleh dari usaha cireng isi pun digunakan untuk membuka usaha di bidang kuliner yakni resto makanan Jepang Ia menamai usaha baru itu “Minori Bento Restaurant”. Rumah makan ini dibuka di beberapa tempat strategis, seperti di dekat sekolah dan kampus, dari dua usaha ini selalu ada profit, meskipun awalnya selalu gagal,” Meskipun menemui beragam tantangan, Reiner tak putus asa. Ia selalu menggenggam semangat, “Jangan takut, terus berusaha dan mencoba! Semua itu akan berbuah. Seorang enterpreneur adalah orang yang mampu mengubah kotoran menjadi uang. Jadi, apapun barangnya, saya harus bisa ubah menjadi emas atau uang,” ujar Reiner.

Reiner memendam tekad memiliki usaha yang lebih besar. Maka, ia memutuskan menjual dua usahanya itu. Ia mencoba belajar mempertajam keunggulan dalam bidang sales dan marketing. Ia pun bekerja menjadi Vice President of Marketing di perusahaan asing. Bagi Reiner, untuk mencapai tonggak kesuksesan, seseorang harus merintis mulai dari nol, bahkan bekerja untuk orang lain sebagai karyawan. “Semua pengusaha sukses, pasti pernah melalui fase bekerja untuk orang lain. Kuncinya, kita serap ilmu serta pengalaman dari orang-orang yang sudah profesional,”.

“Orang sibuk membuang kesehatan demi mencari uang, tapi nantinya mereka sibuk membuang uang demi mengembalikan kesehatan. Menginspirasi orang bukan dengan sakit-sakitan dan tidak punya waktu untuk keluarga!” tegasnya, mengenang ketika sang ayah lagi- lagi mengingatkan.

Pemuda ini memutuskan keluar saja dari perusahaan asing. Ketika keinginan mapan di umur 25 tahun sudah tercapai. Ia juga sudah bisa membahagiakan mereka secara materi.

Pada 2011, sembari bekerja, Reiner mendirikan perusahaan Reitech Solusindo yang bergerak dalam bidang perdagangan ekspor dan impor..

Kini, pada usia 26 tahun, Reiner telah mendirikan dan menjadi Chief Executive Officer (CEO) sebuah perusahaan dengan puluhan karyawan. Reiner juga telah berhasil menembus total angka pendapatan setengah trilyun rupiah dari awal membuka usaha hingga kini. “Kuncinya harus fokus. Jika gagal, harus coba lagi! Sukses itu tidak ada yang instan, namun bukan berarti lama,”

mimpi selanjutnya adalah agar bisa menginspirasi anak muda. Ia berharap bisa membuka sekolah non- formal bagi wirausahawan muda.

Lahirlah sebuah organisasi non- profit ONE (Opportunity Never Ending). Ia bersama timnya bekerja sama agar mencetak pengusaha baru. Apalagi Indonesia sendiri barulah punya pengusaha kurang dari dua persen. Padahal idealnya negara berkembang harunsya punya tujuh persen.

“Maka, kami mencoba hadir membantu melahirkan generasi muda yang ingin menjadi pengusaha sukses,” tekad pria ini. Bicara soal modal ternyata ia punya prinsip sendiri.

Bisnis tak selamanya butuh modal besar. Semua bisnis katanya selalu dari nol berapapun modalnya. Karena itu akan berjalan sejalannya waktu. Semua usaha bisa dimulai dari modal kecil, dan semuanya sama- sama menemui kegagalan, dimana 50 persen -nya sama- sama gagalnya.

Yang membedakan ialah apakah kamu bisa merubah pola pikir sukses mu. Jangan hanya mau jadi pengusaha saja. Akan tetapi jadilah pengusaha yang sukses usahanya.
“Sukses itu sama dengan persiapan ditambah kesempatan,” tegas Reiner.

Riener kemudian mengingatkan. Janganlah berangan-angan jadi motivator tapi jadilah inspirator. Buatlah kisah mu sendiri dulu. Menurutnya motivasi cuma kata- kata membuat orang mau melakukan sesuatu. Sementara itu inspirasi berasal dari pengalaman nyata.

Sukses berbisnis dan berorganisasi, impiannya kini bagaimana menciptakan wirausahawan dibawah 40 tahun. Sebuah gerakan sosial dimana akan mengajak 1.000 orang wirausahawan. Ini akan disatukan jadi satu dibawah Entrepreneurs Convention Under 40.

Riener kemudian memberikan pesan kembali. Yakni jangan sibuk saja ber- doa saja tapi lakukan lah sesuatu.

Sumber : Dikutip dari berbagai sumber