Setelah Makan Disarankan Beraktifitas Jalan Kurangi Resiko Jantung dan Diabetes Lifestyle Milenial 07/11/2021 Merasa kenyang, lesu setelah makan,disarankan jangan langsung berbaring karena itu bisa menyebabkan mulas dan asam lambung naik. Beraktifitas jalan kaki selama beberapa menit untuk membantu proses pencernaan sangat disarankan dilakukan setelah selesai makan karena dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Berjalan mempercepat proses pencernaan, yang dapat mencegah masalah seperti kembung dan makan berlebihan. Berjalan-jalan ringan setelah makan merangsang metabolisme dan membantu membakar kalori. Jalan-jalan setelah makan juga dikatakan dapat mengurangi keinginan makan makanan manis yang biasanya dialami setelah makan. Aktivitas ringan ini juga meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan membuat lebih bersemangat.. Setelah makan, ada lonjakan kadar gula darah saat tubuh mulai memecah makanan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa jalan kaki setelah makan dapat mencegah lonjakan kadar gula secara tiba-tiba. Itu sebabnya, penderita diabetes sangat
Manfaat Terong Bisa Cegah Jantung dan Kanker Lifestyle Milenial 06/11/2021 Terong ternyata juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Melansir dari Medical News Today, satu porsi terong dapat memenuhi setidaknya 5 persen dari kebutuhan harian seseorang akan serat, tembaga, mangan, B-6, dan tiamin. Terong juga mengandung vitamin dan mineral lainnya. Selain itu, terong merupakan sumber senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan adalah molekul yang membantu tubuh menghilangkan radikal bebas, yakni molekul tidak stabil yang dapat merusak sel jika menumpuk dalam jumlah besar. Makanan yang mengandung antioksidan dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Antioksidan yang terdapat dalam terong adalah anthocyanin, termasuk nasunin, lutein, dan zeaxanthin. Berikut ini beberapa manfaat untuk kesehatan. Kesehatan jantung Serat, potasium , vitamin C, vitamin B-6, dan antioksidan dalam terong semuanya mendukung kesehatan jantung. Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada tahun 2019 menyarankan bahwa makan makanan yang
PCR atau Antigen, Mana Lebih Baik Dari Sisi Medis ? Lifestyle Milenial 05/11/202105/11/2021 Ketentuan mengenai tes negatif PCR/antigen sebagai syarat perjalanan kini tengah menjadi sorotan karena dinilai berubah-ubah. Untuk syarat naik transportasi udara, misalnya, sebelumnya diwajibkan menyertakan hasil tes PCR bersama dengan kartu vaksinasi. Namun, ketentuan kemudian berubah. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Petunjuk Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19, pemerintah memperbolehkan pelaku perjalanan transportasi udara memilih menyertakan hasil tes antigen atau PCR. Di tengah polemik tes COVID-19 untuk syarat perjalanan ini, mana pilihan yang terbaik dari sisi medis? Dokter Patologi Klinik yaitu dr I Nyoman Gde Sudana Sp.PK menjelaskan, akurasi tes PCR (Polymerase Chain Reaction) lebih tinggi dan akurat daripada Antigen. Tes PCR mengidentifikasi materi genetik virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sementara tes Antigen mengidentifikasi protein dari virus.
Hipertensi Penyebab Penyakit Jantung, Gagal Ginjal Lifestyle Milenial 01/11/2021 Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai “the silent killer karena sering tanpa keluhan. Hipertensi menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia. Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sisanya tidak terdiagnosis. Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, Sp. JP(K), FIHA mengatakan kalau seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk
Pola Hidup Cegah Trigliserida Dan Kolesterol Tinggi Lifestyle Milenial 01/11/2021 Trigliserida termasuk jenis lemak yang dibawa dalam aliran darah. Trigliserida merupakan hasil konversi kalori yang tidak terpakai oleh tubuh, yang disimpan untuk cadangan energi bagi tubuh. Fungsinya sebagai cadangan energi. Biasanya orang-orang yang mengonsumsi kalori terlalu banyak dan jarang jarang berolahraga akan memiliki kadar trigliserida yang tinggi. Trigliserida berbeda dengan kolesterol. Keduanya sama-sama lemak, tetapi jenisnya berbeda. Kolesterol adalah hasil metabolisme lemak yang diperlukan tubuh untuk membangun jaringan dan sel, membentuk berbagai hormon, dan berperan dalam sistem pencernaan. Orang yang memiliki kadar trigliserida yang tinggi berisiko terkena penyakit jantung, sindrom metabolik, dan stroke. Penyebab terbanyak dari kadar trigliserida tinggi adalah kurangnya aktivitas fisik serta kebiasaan gemar mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gula atau karbohidrat tinggi. Faktor-faktor yang menimbulkan kadar trigliserida tinggi: -Obesitas -Makanan yang banyak mengandung
Bukan Orang Dewasa Saja, Balita Juga Harus Membatasi Asupan Gula Harian Lifestyle Milenial 27/10/2021 Bukan hanya orang dewasa saja, balita yang masih dalam masa pertumbuhan juga harus dibatasi asupan gula hariannya. Berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas maksimal konsumsi gula harian setiap orang cukup 10 persen dari total kebutuhan kalori. "Contoh, anak usia 2 tahun beratnya 12 kilo. Berarti kebutuhan kalorinya 1.200 kilo kalori per hari. Berapa banyak gula yang diperbolehkan, kurang dari 10 persen berarti 120 kkal. Kalau 1 gram gula mengandung 4 kilo kalori, maka anak boleh mengonsumsi maksimal 30 gram," jelas dokter spesialis anak dr. Meta Hanindita, Sp.A. Selain jumlahnya, orangtua juga perlu mengetahui kalau asupan gula yang masuk ke tubuh anak bukan hanya pemanis yang terlihat secara wujud. Seperti tambahan gula pasir atau pun madu. Tapi dari berbagai jenis makanan lain, rata-rata telah
Trik, Jalan Kaki 30 Menit Turunkan Berat Badan Lifestyle Milenial 25/10/2021 Jalan kaki 30 menit bisa membantu menurunkan berat badan jika dilakukan setiap hari atau setidaknya lima kali dalam seminggu. Aktivitas fisik sederhana, seperti jalan kaki, bisa membantu menurunkan berat badan karena membantu membakar lebih banyak kalori. Namun, bukan berarti jalan kaki 30 menit selalu bisa memberi efek menurunkan berat badan. Sebab, faktor seperti kecepatan jalan kaki, jarak tempuh, medan yang ditempuh, serta pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan juga memengaruhi efektivitasnya. Jadi, berapa banyak kalori yang dibakar dengan jalan kaki 30 menit? Menurut MedicineNet, jalan cepat selama 30 menit kira-kira menjangkau jarak tempuh sekitar 2,4-3,2 km. Jika dilakukan sebagai rutinitas harian, jalan kaki 30 menit diperkirakan bisa membakar sekitar 100 kalori. Namun, pastikan kecepatan jalan kaki sudah cukup cepat untuk meningkatkan detak jantung hingga
Cara Diet Kopi Untuk Menurunkan Berat Badan Lifestyle Milenial 23/10/2021 Cara diet kopi sebenarnya sudah dipopulerkan oleh dr. Bob Arnot melalui bukunya berjudul “The Coffee Lover’s Diet”. Beliau menulis buku tersebut karena terinspirasi dari kehidupan penduduk yang tinggal di pulau kecil Yunani, Ikaria. Pulau tersebut memiliki populasi lansia yang cukup banyak, dan dr. Arnot percaya bahwa rahasia umur panjangnya adalah dari asupan kopi yang kaya akan antioksidan. Berikut ini adalah beberapa cara sehat diet kopi: Pilihan Jenis Kopi Menurut dr. Arnot, pilihlah jenis kopi dengan tingkatan roasting yang ringan (light roast). Kopi dengan light roast cenderung lebih kaya akan antioksidan polifenol daripada tingkat roasting medium atau dark. Selain itu, pilihlah minum kopi hitam tanpa tambahan apa pun. Anda dapat membeli biji kopi utuh, lalu menggilingnya sendiri di rumah menggunakan coffee grinder. Jika Anda khawatir mengenai kandungan pestisida pada kopi, Anda dapat mempertimbangkan untuk
Konsumsi Kopi Bisa Turunkan Berat Badan Lifestyle Milenial 23/10/2021 Temuan bahwa kopi bisa menurunkan berat badan dipublikasikan oleh jurnal Nutrients pada tahun 2019. Studi yang dilakukan di Eropa, Asia, dan Amerika itu menemukan bahwa konsumsi kopi bisa membantu menurunkan ukuran jaringan lemak di tubuh sehingga membantu menurunkan berat badan. Lebih lanjut, peneliti menjelaskan bahwa efek kopi untuk menurunkan berat badan bisa terjadi karena beberapa zat aktif di dalam kopi. Zat tersebut bernama asam klorogenik, trigonelin, dan magnesium yang memiliki efek antiobesitas. Kopi juga dapat menekan nafsu makan. Di samping itu, kandungan kafein di dalam kopi juga sangat berperan dalam menurunkan berat badan. Beberapa manfaatnya, antara lain: Menstimulasi penghancuran lemak lewat stimulasi sistem saraf simpatetik. Meningkatkan metabolisme tubuh. Meningkatkan proses pembentukan energi. Penting untuk diperhatikan, kopi yang dikonsumsi pada studi tersebut adalah kopi tanpa krimer
Jaga Pola Makan Agar Jantung Tetap Sehat Lifestyle Milenial 22/10/2021 Jantung adalah organ tubuh vital yang perlu dijaga kesehatannya. Apabila kesehatan jantung terganggu, kamu bisa mengalami penyakit kardiovaskuler, stroke, dan bahkan kematian sebagai akibat paling fatal. Kunci utama dari menjaga kesehatan jantung adalah menjalani pola makan sehat. Mengutip Eat This, Not That (21/10/21), inilah pola makan yang membahayakan kesehatan jantung: Tidak makan banyak serat Serat adalah zat gizi penting untuk kesehatan, termasuk jantung. "Serat adalah agen detoks alami yang dibutuhkan jantung dan usus. Konsumsi serat telah terbukti menurunkan kolesterol dan mampu menyediakan probiotik di usus, yang mana membantu kesehatan jantung dan tubuh terjaga," kata ahli gizi Sabrina Hernandez. Hernandez menyarankan oatmeal, kacang-kacangan, apel, buah citrus, gandum utuh, hingga wortel untuk dikonsumsi sehari-hari. fokus saat makan Banyak pakar kesehatan menekankan betapa pentingnya mindful eating yaitu makan dengan sadar